Juve di bawah arahan Maurizio Sarri berhasil mencetak 100 gol dan kebobolan 55 gol. La Vecchia Signora juga rata-rata mendulang 2,16 poin per pertandingan. Dia pun berhasil membawa Juve merengkuh trofi juara Serie A musim ini. Bagi Juventus , itu adalah Scudetto yang ke-36 atau yang kesembilan secara beruntun. Akan tetapi , kinerja Sarri di kursi pelatih tak membuat direksi klub dan pendukung I Bianconeri puas. Mereka menilai Maurizio Sarri telah gagal mendongkrak performa Juventus. Juve tak mampu merengkuh trofi juara Coppa Italia setelah menelan kekalahan 2-4 dari Napoli lewat adu penalti di Stadio Olimpico Roma pada 17 Juni 2020.
Puncaknya terjadi ketika Juventus kandas di Liga Champions. Cristiano Ronaldo dkk tak mampu lolos ke perempat final turnamen elite antarklub Eropa itu , akibat kalah agresivitas gol tandang dari Olympique Lyon. Pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Parc Olympique Lyonnais, 27 Februari 2020, Juve menyerah 0-1 dari Lyon. Adapun dalam pertandingan leg kedua di Allianz Stadium Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB , Juventus menang 2-1 atas Les Gones. Tak lama selepas pertandingan , Maurizio Sarri melakukan pertemuan dengan Presiden Juventus , Andrea Agnelli dan direktur klub. Juve pun akhirnya memutuskan untuk mendepak Maurizio Sarri dari Allianz Stadium. " Klub mengucapkan terima kasih kepada pelatih , karena telah menulis halaman baru dalam sejarah Juventus dengan kemenangan kejuaraan kesembilan berturut-turut , puncak dari perjalanan pribadi yang membawanya mendaki semua divisi sepak bola Italia ," lanjut pernyataan Juve.






Posting Komentar